Selasa, 01 November 2022

Tuding ART Susi Berbohong, Bharada E Sebut Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Sudah Pisah Rumah Setahun, Hanya Bertemu 2 Kali Seminggu

 

Bharada Richard Eliezer alias Bharada E memberikan keterangan yang berbeda dari Susi, ART Putri Candrawathi, terkait tempat tinggal Ferdy Sambo.


Bharada Eliezer mengklaim bahwa keterangan Susi yang mengatakan, Putri Candrawathi tinggal serumah dengan Ferdy Sambo adalah tidak benar alias bohong.


Bharada Eliezer mengatakan bahwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo sudah pisah rumah selama setahun.


Putri Candrawathi tinggal di rumah Saguling, sedangkan Ferdy Sambo tinggal di rumah Bangka, Jakarta.


Keduanya hanya bertemu selama akhir pekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu di rumah Saguling.


Hal itu disampaikan Bharada Eliezer dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (31/10/2022).


"Saudara saksi (Susi) mengatakan Pak FS lebih sering di Saguling dan saudara saksi sering menyediakan sarapan untuk saudara FS."


"Faktanya, saudara FS ini lebih sering di kediaman di Bangka, untuk Sabtu-Minggu baru balik ke Saguling," kata Bharada E dikutip dari tayangan Kompas Tv.


Pernyataan Bharada E ini menjelaskan sekaligus membantah keterangan Susi yang mengatakan bahwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo sering bertemu.


Sebelumnya, Susi mengatakan kepada Majels Hakim bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tinggal serumah di rumah Bangka, Jakarta.


Namun, setelah Hari Raya Idul Fitri atau setelah Lebaran 2021, Putri Candrawathi pindah dari rumah Bangka ke rumah Saguling.


Adapun kepindahannya ini, kata Susi, diikuti Ferdy Sambo.


Ferdy Sambo, kata Susi, sering mengunjungi dan tidur di rumah Saguling.


Ia pun mengatakan bahwa ia sering melihat Ferdy Sambo pagi hari berada di rumah.


Meskipun ia tidak mengetahui pukul berapa Ferdy Sambo pulang.


Susi juga memeberikan keterangan bahwa dirinya setiap pagi sering menyiapkan sarapan untuk Ferdy Sambo sebelum berangkat bertugas.


"Sejak 2021 (Putri Candrawathi pindah ke Saguling), sejak sesudah Lebaran 2021."

"(Ferdy Sambo) pindah ikut ke Saguling."


"Tidak juga (sering ke Saguling), (Ferdy Sambo ikut) tidur di Saguling, tapi sering juga."


"Kalau nginap pasti nginap, saya tidak tahu (kapan pulangnya Ferdy Sambo), tapi pagi sudah ada Bapak di rumah Saguling," kata Susi.

"(Ferdy Sambo) pindah ikut ke Saguling."


"Tidak juga (sering ke Saguling), (Ferdy Sambo ikut) tidur di Saguling, tapi sering juga."


Sabtu, 29 Oktober 2022

Berdiri Megah bak Istana, Tengok Rumah Mewah Erina Gudono, Calon Mantu Presiden Jokowi di Yogyakarta, Bergaya Klasik dan Serba Putih

 

Jarang tersorot publik, inilah penampakan rumah mewah Erina Gudono, sang calon mantu Presiden Jokowi.

Rupanya, rumah Erina Gudono, sang calon mantu Presiden Jokowi terkesan mewah.

Saking mewahnya, rumah Erina Gudono di Yogyakarta sampai mirip sebuah istana.

Penasaran seperti apa potretnya?

Seperti diketahui, nama Erina Gudono belakangan ini memang santer jadi sorotan publik.

Hal itu karena Erina dikabarkan menjalin asmara dengan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

Bahkan, hubungan Erina dan Kaesang Pangarep sudah berada di tahap serius.

Erina Gudono dan Kaesang Pangarep.
(Instagram/erinagudono)
Erina Gudono dan Kaesang Pangarep.

Ya, Kaesang Pangarep sendiri dikabarkan akan menikahi Erina Gudono pada Desember 2022 ini.

Baru-baru ini, Kaesang Pangarep pun sudah berkunjung ke kediaman Erina Gudono di Purwosari, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Minggu (23/10/2022) sore.

Beberapa anggota keluarga dari Erina Sofia Gudono tampak hadir di rumah yang berada di Purwosari, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

Selain Kaesang Pangarep, hadir pula di kediaman keluarga Erina Sofia Gudono yakni Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Tampak Kaesang Pangarep dari dalam rumah berjalan bersama dengan Erina Sofia Gudono.

Kaesang Pangarep mengaku berangkat dari Solo langsung ke rumah Erina Sofia Gudono.

Saat ditanya mengenai persiapan pernikahan, Kaesang menjawab dengan gurauan persiapan sepak bola.

"Persiapan sepak bola bagus, mantap," ujar Kaesang Pangarep bercanda menjawab pertanyaan wartawan di rumah Erina Sofia Gudono, Minggu (23/10/2022) dikutip dari laman kompas.com.

Dengan berkunjungnya Kaesang Pangarep ke rumah Erina Gudono, kondisi hunian calon mantu Presiden Jokowi yang bak istana pun disorot.

Lantas seperti apa rumah Erina Gudono?

Rumah Erina Gudono
tangkap layar TikTok negeriku_62 via tribunnewsmaker.com
Rumah Erina Gudono

Dikutip oleh tribunnewsmaker.com dari akun TikTok @negeriku_62, Kamis (27/10/2022), Kaesang terlihat memakai kaus berkerah warna putih dan hitam.

Sedangkan disampingnya ada Erina yang tampil cantik memakai dress warna biru dan crop blazer.

Ia juga melengkapi penampilannya pakai bando biru sebagai aksesoris.

Di belakang mereka terlihat rumah Erina yang begitu mewah bak istana.

Rumah tersebut didominasi dengan cat warna putih.

Terlihat rumahnya megah dengan gaya Eropa klasik.

Ada dua lantai dalam rumah tersebut dengan bangunan yang luas.

Rumah Erina Gudono.
Tribunnewsmaker
Rumah Erina Gudono.

Terlihat pula pilar-pilar penyangga hingga semakin membuat rumah tersebut terlihat mewah bak istana.

Untuk di bagian depan, pagar rumah Erina berwarna hitam dan ukuran cukup tinggi.

Kesan monokrom sangat melekat.

Dari luar bangunannya terlihat klasik.


Jumat, 28 Oktober 2022

Diduga Menggelapkan Dana Rp 900 Juta, Taqy Malik Mantan Menantu Sunan Kalijaga Terancam Hukuman Penjara Lebih dari Lima Tahun

 

Taqy Malik dan ayahnya, Mansyardin Malik, terlibat kasus dugaan penipuan atau penggelapan uang.

Korbannya adalah sang teman dekat, Aji yang mengaku mengalami total kerugian hingga Rp930 juta.

“Untuk total kerugian Rp930 juta. Di Taqi ada utang barang Rp711 juta dan di bapaknya ada Rp220 juta,” papar Aji dalam konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2022).

Karena kasus ini, Taqy Malik dan Mansyardin Malik terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun.

Kuasa hukum Taqy Malik yang dikepalai Sunan Kalijaga pun menyebutkan laporan kasus ini sudah masuk ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Ancaman hukumannya di atas 5 tahun. Saat ini masih dalam proses, tapi artinya laporan sudah diterima pihak kepolisian Polres Jakarta Selatan. Prosesnya lagi running, artinya kerugian itu benar ada, fakta, data, semuanya ada lengkap kok,” kata Ady Waggos, tim kuasa hukum Aji.

Aji mengaku sebelumnya melakukan perjanjian jual beli produk Saffron dengan Taqy dan ayahnya, secara terpisah.

Sayangnya, dalam proses bisnis tersebut Taqy Malik disebut sering macet dalam melakukan pembayaran kepada Aji.

“Kita membuat perjanjian jual beli tapi dalam perjalanannya banyak kejanggalan yang di mana payment dipersulit oleh berbagai pihak, ataupun tertunda dalam tempo yang sangat lama,” terang Aji.

Sedangkan Mansyardin Malik disebut tidak pernah melakukan pembayaran sepeserpun sejak produk telah diberikan Aji dua tahun yang lalu.

“Produknya sama tapi beda perjanjian. Yang di bapaknya ini, barang sudah saya kasih, namun setelah saya memberikan barang, sampai sekarang sepeserpun saya nggak dibayar sama bapaknya,” ujar Aji.

Aji juga mengaku sudah sering menagih pembayaran ke keduanya, namun baik Taqy Malik dan ayahnya tidak ada itikad baik untuk melunasi utang.

“Untuk saya pribadi sudah sering mengajak secara kekeluargaan. Namun pada praktiknya ada ngumpet-ngumpet, kucing-kucingan. Itu TM-nya. Untuk bapaknya lebih parah, nggak ada komunikasi sama sekali. Nggak ada respons atau tanggapan apapun,” jelas Aji.


Kamis, 27 Oktober 2022

Sri Mulyani Minta AIIB Berkolaborasi dalam Transisi Ekonomi yang Tertib dan Terjangkau

 

Sri Mulyani Minta AIIB Berkolaborasi dalam Transisi Ekonomi yang Tertib dan Terjangkau

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berkolaborasi dalam memberikan dukungan kepada negara anggotanya menuju transisi rendah karbon dengan cara yang adil dan terjangkau.


Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Sidang Tahunan Asian Infrastructure Investment Bank ketujuh secara virtual di Beijing, China, 27 Oktober 2022 waktu setempat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga berperan selaku Dewan Gubernur AIIB.


"Bank Pembangunan Multilateral, termasuk AIIB perlu berkolaborasi dan mendukung transisi ekonomi global yang tertib, adil, dan terjangkau menuju keberlanjutan," kata Sri dikuti dari siaran pers, Jumat, 28 Oktober 2022.


Menurut Sri Mulyani, Bank Pembangunan Multilateral seperti AIIB dapat berperan dalam menggandeng sektor swasta untuk meningkatkan pendanaan dalam rangka transisi menuju nol emisi karbon, termasuk melalui instrument pasar modal berkelanjutan dan fasilitas derisking.


AIIB juga kata dia juga dapat memberikan bantuan teknis untuk mendukung kliennya dalam penyiapan proyek yang bankable dan feasible. Oleh sebab itu AIIB tentunya menurut Sri Mulyani juga perlu selalu meningkatkan keahlian dan kemampuan, termasuk melalui peningkatan staf.


"Ini termasuk kebutuhan untuk melibatkan sektor swasta sehingga dapat meningkatkan pendanaan untuk transisi iklim melalui komitmen net zero secara sukarela dan komitmen terkait lainnya," ujar Sri Mulyani.


Dalam melaksanakan transisi energi di dalam negeri, Sri Mulyani menekankan, pemerintah telah menginisiasi Energy Transition Mechanism (ETM) yang bekerja sama dengan Asian Development Bank atau ADB yang bertujuan untuk mempercepat penghentian penggunaan pembangkit listrik batu bara sehingga selanjutnya dapat mempromosikan pengembangan energi terbarukan. 


Dia pun berharap AIIB dapat berpartisipasi dalam mendukung program ETM di Indonesia. Dalam implementasi ETM, Indonesia telah membentuk ETM Country Platform dan akan mengumumkan proyek pilot pada G20 Leader Summit pada November 2022.  


Sejauh ini, sebagai Bank Pembangunan Multilateral yang fokus pada pembangunan infrastruktur, Indonesia kata Sri Mulyani telah memperoleh manfaat dari kerjasama dengan AIIB dalam mendukung pembiayaan bagi proyek infrastruktur di Indonesia. 


Indonesia, kata dia, menjadi negara keempat penerima dukungan AIIB dengan nilai sebesar US$ 3,13 miliar, diantaranya berupa dukungan untuk penanganan pandemi COVID-19 melalui fasilitas COVID-19 Crisis Recovery Facility (CRF) senilai US$ 1,5 miliar.


Fakta Baru: CCTV Kasus Brigadir J di Duren Tiga Tepergok Anggota, Ferdy Sambo Langsung Ngaku Rusak

 

 

Ari Cahya Nugraha alias Acay mengungkap fakta baru terkait adanya satu unit CCTV yang terpasang di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Namun, CCTV tersebut diklaim Ferdy Sambo rusak.

Hal ini diungkap Acay saat bersaksi di sidang obstruction of justice terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.

Acay mengaku melihat CCTV tersebut saat datang ke Duren Tiga atas perintah Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 atau sesaat setelah Yosua dibunuh.

"Tadi waktu di rumah Pak FS (Ferdy Sambo) yang tanggal 8 Juli saudara melihat ada kamera CCTV di dalam rumah?" tanya anggota hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022)

."Iya di dalam rumah," jawab Acay.

"Terus saudara menanyakan berfungsi atau tidak?" tanya anggota hakim.

"Bukan saya yang menanyakan," timpal Acay.

"Ada orang lain (anggota) yang menanyakan tapi dijawab oleh Pak FS rusak tidak berfungsi," imbuhnya.

Namun Acay mengkliam tak ada instruksi atau arahan dari Ferdy Sambo kepadanya saat itu.

Dicecar soal Tim CCTV KM 50

Jaksa penuntut umum atau JPU sempat mencecar soal keterangan Acay dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik Bareskrim Polri. Dalam BAP tersebut Acay mengaku tidak mengetahui soal DVR dan monitor CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan berfungsi atau tidak.

Padahal, kata JPU, dalam BAP penyidik tidak mempertanyakan soal hal tersebut.

"Saya tertarik poin pertanyaan 15 tadi (pertanyaan di BAP). Tidak ditanyakan penyidik tentang berfungsi atau tidaknya, tidak ada pertanyaan penyidik loh. Tapi saudara langsung menjawab mengatakan di bawahnya: adapun terkait dengan keberadaan DVR dan layar monitornya, namun saya tidak mengetahui berfungsi atau tidak CCTV tersebut'. Mengapa saudara tiba-tiba menjawab seperti itu?" tanya JPU.

Acay sempat berkelit dengan JPU. Sampai akhirnya ketua majelis hakim Ahmad Suhel mempertegas maksudnya pertanyaan JPU.

"Begini pertanyaan itu adalah kenapa jawaban suadara melompat?" tegas Ahmad Suhel.

"Boleh, nggak apa-apa saudara enggak jawab. Tapi jadi catatan buat penuntut umum nggak ditanya tapi saudara jawab," imbuh JPU.

Setelah mencecar soal isi BAP, JPU lantas bertanya kepada Acay soal keterlibatannya dengan kasus KM 50. Dalam dakwaan Acay sempat disebut sebagai tim CCTV KM 50 yang ditugaskan terdakwa Hendra Kurniawan untuk mengamankan CCTV di sekitar rumah Ferdy Sambo.

"Betul saudara penyidik itu yang KM 50?," tanya JPU.

"Alhamdulillah bukan, tidak Pak," jawab Acay.

"Apa benar?" JPU kembali mempertegas.

"Benar," timpal Acay.

Dalam dakwaan JPU terhadap Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Acay sempat disebut-sebut sebagai tim CCTV KM 50.

Peran terdakwa Agus eks anak buah Ferdy Sambo sendiri dijelaskan yakni mengamankan DVR CCTV di pos sekuriti hingga rumah milik eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ridwan Soplanit.

Tersangka kasus obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J ditunjukkan petugas saat saat proses pelimpahan berkas perkara tahap dua kasus di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). [Suata.com/Alfian Winanto]
Tersangka kasus obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J ditunjukkan petugas saat saat proses pelimpahan berkas perkara tahap dua kasus di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022). [Suata.com/Alfian Winanto]

Terdakwa Hendra Kurniawan eks Karopaminal Divisi Propam Polri awalnya memerintahkan tim CCTV kasus KM 50 Ari Cahya Nugraha alias Acay untuk mengamankan CCTV di sekitar lokasi kejadian atas perintah Ferdy Sambo. Namun Acay sedang berada di Bali dan mengutus anak buahnya, Irfan Widyanto untuk melaksanakan tugas tersebut.

Kepada Agus, Irfan melaporkan ada 20 CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian atau rumah dinas milik Ferdy Sambo tersebut. Laporan tersebut kemudian diteruskan Agus kepada Hendra.

"Bang izin anak buah Acay lapor ke saya ada sebanyak 20 CCTV," kata Agus kepada Hendra dalam dakwaan yang dibacakan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022)

Agus kemudian mendekati dan merangkul Irfan. Dia menunjuk CCTV yang terpasang di pertigaan dekat lapangan basket Kompleks Polri Duren Tiga sambil bertanya:

"DVR CCTV tersebut ada di mana?" tanya Agus.

"Tidak tahu," jawab Irfan.

"DVR CCTV ada di pos sekuriti," ungkap Agus. "Ambil ganti dengan DVR yang baru," perintahnya kepada Irfan.

Selain itu, Agus juga memerintahkan Irfan turut mengamankan DVR CCTV di rumah Ridwan Soplanit.

"Itu rumah siapa?" tanya Agus kepada Irfan.

"Rumah Ridwan Soplanit Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan," jawabnnya.

"Ambil ganti dengan yang baru," Agus kembali memerintahkan


Survei Litbang "Kompas": Dukungan untuk Anies Mayoritas Disumbang Simpatisan PKS

 


Anies Baswedan menempati urutan ketiga survei elektabilitas calon presiden (capres) yang dirilis Litbang Kompas, Rabu (26/10/2022). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu banyak didukung oleh simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedikitnya, 52,7 persen simpatisan PKS memberikan suara mereka untuk Anies. Hasil survei juga menunjukkan, dukungan dari simpatisan Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) meningkat terhadap Anies.


Seandainya Anies bersaing dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pemilu 2024, maka, pemilih Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 akan terbelah. Sebanyak 31,6 persen pemilih Prabowo-Sandiaga lebih mendukung Anies. Mengekor rapat, 30,3 persen pemilih akan memilih Prabowo. Sementara, Prabowo sendiri banyak mendulang dukungan dari calon pemilih Partai Gerindra, yakni 49,5 persen. Sementara, modal suara Ganjar Pranowo, sosok yang menjuarai survei elektabilitas capres, banyak diraup dari simpatisan yang berencana memilih PDI Perjuangan dengan besaran 46,6 persen. Mayoritas pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019 memberikan dukungan untuk Ganjar.


Adapun menurut survei tersebut, elektabilitas Ganjar mencapai 23,2 persen. Dia berhasil menduduki puncak elektabilitas capres, menggeser nama Prabowo. Tingkat keterpilihan politisi PDI Perjuangan itu memang naik dibandingkan survei sebelumnya. Pada Juni 2022, elektabilitasnya tercatat 22 persen, sedangkan pada Januari 2022 sebesar 20,5 persen. Sementara, dalam survei yang dirilis Oktober, Prabowo mengantongi elektabilitas 17,6 persen, merosot tajam dibanding survei Juni 2022 sebesar 25,3 persen, dan survei Januari sebanyak 26,5 persen. Lalu, Anies Baswedan duduk di peringkat ketiga dengan elektabilitas 16,5 persen. Angka itu naik dari elektabilitas survei Juni 2022 sebesar 12,6 persen, dan survei Januari 2022 dengan capaian 14,2 persen.


Survei juga merekam sejumlah tokoh dengan elektabilitas sebagai capres di bawah 10 persen. Suara Ridwan Kamil melonjak drastis dengan tingkat keterpilihan 8,5 persen. Kemudian, tingkat elektoral tokoh-tokoh lainnya yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (2,5 persen), lalu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (2,3 persen). Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (2,2 persen), dan Menteri Sosial Tri Rismaharini (1,2 persen).


Ada pula nama Ketua DPR RI Puan Maharani (1 persen), lalu mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (0,7 persen) Di urutan berikutnya ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (0,5 persen), terakhir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (0,3 persen) Untuk diketahui, survei Litbang Kompas ini digelar pada 24 September-7 Oktober 2022. Dengan metode wawancara langsung, survei melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Metode tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error kurang lebih 2,8 persen


Selasa, 25 Oktober 2022

Bertemu di Persidangan, Bharada E Langsung Bersimpuh dan Cium Tangan Orang Tua Brigadir J, Begini Momen Harunya

 

Baru-baru ini, momen haru terekam kamera saat sidang kasus kematian Brigadir J.

Sidang itu diketahui digelar pada Selasa (25/10/2022).

Dikutip Grid.ID dari KOMPAS.com pada Selasa (25/10/2022), sidang itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Dalam sidang kali ini, 12 orang saksi dihadirkan.

12 orang tersebut merupakan saksi yang berasal dari keluarga Brigadir J.

Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J mengatakan bahwa dirinya datang bersama 11 orang anggota keluarga Brigadir J.

Ia dan anggota keluarga lain akan menyampaikan kesaksiannya terkait dengan kematian Brigadir J.

"Saya (hadir) ditambah 11 keluarga daripada almarhum," tulisnya.

"Kami datang) untuk menerangkan apa yang dilihat, dan didengar dan dialami sendiri," jelasnya.

Dalam persidangan itu, Bharada E pun dihadirkan.

Sehingga, Bharada E pun bertemu dengan keluarga Brigadir J.

Sesaat sebelum sidang dimulai, ada momen yang begitu haru.

Ya, melansir kanal Youtube KOMPAS TV pada Selasa (25/10/2022), Bharada E tampak mengenakan hem lengan pendek berwarna hitam.

Sedangkan, keluarga Brigadir J tampak mengenakan pakaian seragam berwarna merah dan putih.

Bharada E mendekati orang tua Brigadir J.
(Youtube KOMPAS TV)
Bharada E mendekati orang tua Brigadir J.

Sesaat sebelum sidang, Bharada E tampak menghampiri orang tua Brigadir J, yakni Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.

Dalam kesempatan itu, Bharada E pun langsung bersimpuh di depan ibunda Brigadir J.

Bharada E bersimpuh dan mencium tangan orang  tua Brigadir J.
(Tangkap layar kanal Youtube KOMPAS TV)
Bharada E bersimpuh dan mencium tangan orang tua Brigadir J.

 Ia juga tampak mencium tangan Rosti Simanjuntak.

Hal yang sama pun tampak ia lakukan pada Samuel Hutabarat.

Tindakan Bharada E pun agaknya disambut hangat oleh Rosti.

Orang tua Brigadir J mengelus kepala Bharada E.
(Tangkap layar kanal Youtube KOMPAS TV)
Orang tua Brigadir J mengelus kepala Bharada E.