Harga Pertalite Bisa Turun, Asalkan Hal ini Terjadi
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - pemerintah bisa menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah resmi awal September 2022 kemarin.
Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Pada Jumat kemarin, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November tercatat sebesar US$89,15 per barel di London ICE Futures Exchange.
Arifin mengatakan, pemerintah akan melakukan perhitungan internal untuk melihat seberapa besar kemungkinan harga minyak turun dan pengaruhnya terhadap Harga Bbm di dalam negeri.
Meski mungkin turun, ia tetap menghimbau masyarakat mengurangi penggunaan BBM
Salah satunya dengan beralih menggunakan kendaraan umum atau listrik.
Ia mengatakan selain bisa menghemat BBM, beralih ke kendaraan umum atau listrik, akan mengurangi polusi udara, sehingga perubahan iklim bisa diminimalisir.
Bonus Harga Bbm turun juga disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Dia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax bisa jatuh turun.
Hal ini, ucap Erick, disebabkan karena harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.
Dia menyebut jika Harga Minyak Dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.
Erick menyebut BBM seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax masih dalam subsidi.
Erick menilai minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dolar AS per barel turun menjadi 75 dolar AS per barel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat
Erick mengatakan penyesuaian harga Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter upaya pemerintah dalam memilih subsidi agar lebih tepat sasaran.
Ia menyebut selama ini, meski sebagai BBM nonsubsidi, Pertamina tetap memberikan subsidi untuk Pertamax.
Erick mengatakan harga Pertamax sejatinya masih berada di bawah harga keekonomian maupun harga yang ditawarkan kompetitor.



0 komentar:
Posting Komentar