Isu Perselingkuhan Putri dan Kuat, Komjen Agus Andrianto Beri Keterangan Tegas
JAKARTA,POSTINGNEWS.ID - Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto akhirnya buka suara soal isu perselingkuhan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dengan sopir pribadinya, Kuat Ma'ruf.
Peristiwa adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi di Magelang diwarnai beragam spekulasi.
Isu perselingkuhan Putri dan Kuat mencuat dari perkataan eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara.
Dirinya menepis soal adanya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat terhadap Putri Candrawathi pada tanggal 7 Juli 2022.
Ia menduga justru Putri Candrawathi yang memiliki hubungan gelap dengan sopir pribadinya, Kuat Ma'ruf lalu diketahui oleh Brigadir J.
Menurut Komjen Agus Andrianto, isu perselingkuhan Putri dan Kuat tidak ditemukan bukti kuat usai mendapat keterangan beberapa saksi.
Katanya, sebelum kejadian pembunuhan berencana Brigadir J di Duren Tiga, Kuat Ma'ruf baru masuk kerja setelah Pandemi Covid-19.
"Kalau isu dengan Kuat kok jauh ya. Karena Kuat baru seminggu masuk setelah hampir dua tahun karena Pandemi Covid-19 (Kuat dikabarkan terpapar Covid).
"Hal ini terkonfirmasi saksi-saksi lainnya," terang Agus Andrianto kepada wartawan Senin 5 September 2022.
Sebelumnya juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan melakukan pendalaman soal adanya pelecehan atau perselingkuhan.
Dua perkara ini yang tengah didalami oleh tim penyidik yang dimpin oleh Komjen Agus.
Kendati begitu, kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi di Magelang membuat tim penyidik kerepotan karena minimnya bukti.
Agus mengatakan, kasus dugaan pelecehan seksual ini dapat diproses jika memang ditemukan adanya bukti terbaru.
Menurut Agus, jika memang Putri Candrawathi mendapat tindakan buruk dari Brigadir J, seharusnya baik Putri maupun Sambo dapat langsung melaporkan perkaranya ke kepolisian setempat.
"Sayangnya, mereka tidak melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian (Polres). Sehingga ada olah TKP dan pengambilan bukti-bukti terkait kejadian tersebut," terang Agus.
Jenderal Bintang Tiga ini kembali menegaskan perkataan lalunya, kalau peristiwa pelecehan seksual ini hanya diketahui oleh Allah SWT,. Putri dan Brigadir J.
"Saya pernah ungkapkan yang tahu hanya Allah, PC dan almarhum J yang tahu pastinya," katanya.
Agus mengatakan, tugasnya hanya melakukan penyelidikan berdasarkan adanya keterangan saksi dan bukti yang ada.
"Kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT. Kebenaran duniawi tentu didasari atas keterangan saksi-saksi dan bukti," lanjutnya.
Agus menegaskan, sejauh ini dari hasil penyelidikan dan naluri penyidik, sebab terjadinya pembunuhan berencana Brigadir J ini karena masalah kehormatan.
Sayangnya lagi, Agus tak merinci apa maksud dari masalah kehormatan yang dialami Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
"Naluri kami sebagai penyidik senior lah apa yang terjadi, ya menyangkut kehormatan sebagaimana disampaikan oleh Dirtipidum (Brigjen Pol Andi Rian Djajadi) beberapa waktu lalu," tukasnya.
Sebelumnya, Deolipa Yumara mengendus adanya rencana busuk yang memang sudah dirancang Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi untuk Brigadir J.
Rencana busuk itu diduga Deolipa dilancarkan saat Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi ketahuan Brigadir J tengah gendong-gendongan di rumah Magelang.
Berdasarkan informasi yang didapat dari Bharada E, Deolipa menyebut Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf sudah ketahuan basah Brigadir J main gendong-gendongan.
Karena sudah ketahuan, Deolipa meyakini Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi memainkan skenario busuk dengan membuat Ferdy Sambo marah dengan cerita palsu.
"Si Kuat (Ma'ruf) dan Putri ini ketahuan, nah sudahlah mungkin 'dimatiin' aja nih si Yoshua (Brigadir J)," kata Deolipa, dikutip dari tayangan video di kanal YouTube TvOneNews pada Kamis, 1 September 2022.
"Akhirnya Sambo dipanas-panasin, memprovokasi Sambo, timbulah pembunuhan berencana itu, itu alasan kenapa si Putri termasuk dalam pembunuhan berencana juga," tuturnya menambahkan.
Deolipa menceritakan bahwa saat itu di rumah Magelang hanya tersisa empat orang, di antaranya adalah Brigadir J, Susi (ART), Kuat Ma'ruf (ART), Putri Candrawathi.
Sedangkan dua orang lainnya yakni Bharada E dan Bripka RR sedang keluar untuk mengantarkan makanan ke sekolah anak Ferdy Sambo.
Lalu Deolipa mengatakan Kuat dan Putri 'main bareng' di lantai atas, Brigadir J ada di lokasi yang sama. Sementara Susi ada di lantai bawah.
"Susi ngga ikutan karena dia di bawah. Nah tinggal tiga kan, tapi yang dua ini (Kuat dan Putri) sepakat ngebunuh si Yosua (Brigadir J), itu saja logikanya," paparnya.
Bharada E juga sempat menceritakan kecurigaan yang ia miliki saat Deolipa Yumara masih menjadi pengacara sang tersangka.
"Kata Si Eliezer 'saya curiga Bang, ada sesuatu antara Kuat dan Putri'. Aroma-aroma (hubungan terlarang) itu sebenernya mereka (Bharada E dan Brigadir J) sudah tahu," ujar Deolipa.


0 komentar:
Posting Komentar